Pages

Minggu, 06 Oktober 2013

Pengalaman Pertama Kali Dalam Mengembangkan Sistem Informasi

Pada tulisan kali ini saya ingin berbagi sedikit cerita tentang pengalaman pertama kali melakukan kegiatan dalam mengembangkan sistem informasi. Sebelumnya saya ingin menjelaskan sedikit tentang pengertian sistem informasi. Sistem Informasi dapat diartikan sebagai "Suatu sistem terintegrasi yang mampu menyediakan informasi yang bermanfaat bagi penggunanya" atau dalam artian lain "Sekelompok orang, prosedur, input, output dan pengolahannya secara bersama-sama menghasilkan informasi yang akurat, tepat waktu dan relevan bagi penggunanya.
Nah, berbicara mengenai kapan pertama kali saya melakukan kegiatan dalam mengembangkan sistem informasi. Bisa saya katakan itu terjadi ketika saya mulai memasuki perguruan tinggi, apalagi jurusan yang saya ambil memang berhubungan dengan hal tersebut. Pada awalnya, saya mulai belajar mengenai bahasa pemrograman dimana bahasa pemrograman yang pertama saya kenal ialah QBasic. Disini saya mulai belajar dari hal-hal yang sederhana seperti program untuk mengukur luas suatu bidang atau membuat sebuah bentuk database sederhana.
Awalnya untuk mempelajarinya saya merasa cukup kesulitan, terutama dalam memahami logika dari sebuah program. Pemahaman akan logika dari suatu program sangat penting untuk kita pelajari, apalagi jika kita akan membuat suatu program yang sangat kompleks. Tanpa pemahaman akan logika pemrograman, bisa jadi malah program yang ingin kita buat malah tidak sesuai dengan keinginan. Seperti ketika saya saat diberi tugas oleh dosen untuk membuat sebuah program menggunakan QBasic, dimana diprogram itu harus dapat menginput data pegawai sebauh perusahaan. Dan sebagai outputnya, tampilan data mahasiswa tersebut harus berbentuk tabel yang berisi hasil dari input yang telah dimasukkan.
Disanalah saya mulai lebih mempelajari logika pemrograman, seperti bagaimana menggunakan kondisi pada sebuah program atau cara menggunakan perulangan yang benar. Butuh waktu yang cukup banyak untuk benar-benar dapat lebih memahami hal tersebut, namun jika sudah bisa dipahami maka akan terasa lebih mudah dalam mengerjakan program tersebut. Akhirnya setelah beberapa waktu tugas itupun terselesaikan dengan baik.
Hingga saat ini saya masih terus untuk mempelajari bagaimana cara menjadi programmer yang baik. Apalagi semakin lama bahasa pemrograman yang saya pelajaripun semakin bergam dan semakin sulit. Hal itulah yang mengharuskan saya untuk terus belajar agar tidak tertingal dengan teman-teman saya. Semoga tulisan ini dapat bermanfaat untuk semuanya.    


Selasa, 14 Mei 2013

Web Evaluation “Mengevaluasi Sebuah Website” Bag 2


Pada tulisan kali ini saya ingin melanjutkan pembahasan tentang sitebeam. Karena saya merasa masih banyak topik yang dapat diangkat dari mesin pengevaluasi web ini. Bila pada tulisan saya sebelumnya saya menggunakan sitebeam untuk membandingkan dua buah website yang berasal dari sub domain Universitas Gunadarma. Kali ini saya kembali akan membandingkan dua buah website. Namun yang membedakan ialah website tersebut merupakan website dari 2 buah universitas yang berbeda. Selain itu, saya akan coba membandingkan kedua website tersebut tidak hanya dengan parameter yang telah saya gunakan pada tulisan sebelumnya. Tapi dengan beberapa parameter baru.
Nah, untuk kali ini saya akan membandingkan dua buah website resmi dari dua universitas negeri di Indonesia yaitu ciputra.ac.id (Universitas Ciputra) dan unnes.ac.id (Universitas Negeri Semarang).  Seperti biasa masuk terlebih dahulu  ke situs sitebeam, kemudian mengingat aplikasi tersebut bersifat premium atau berbayar. Maka pilih saja versi trial dari sitebeam. Namun, kita hanya dapat memasukkan paling banyak 10 situs. Setelah itu, pada tampilan awal sitebeam yang versi trialnya masukkan saja alamat web yang ingin kita evaluasi serta email kita. Lalu klik start trial. maka secara otomastis sitebeam akan mulai mengevaluasi situs anda tersebut. Nah, lakukan langkah tersebut pada kedua website yang akan kita evaluasi.
Berikut merupakan hasil dari proses pengevaluasian dari sitebeam untuk kedua website tersebut beserta pembahasan mengenai beberapa parameternya  :
Jika dilihat dari hasil kalkulasi keseluruhan dari website tersebut. Bisa dikatakan bahwa hasil evaluasi dari website tersebut bisa dikatakan sangat buruk itu terlihat dar nilai Overall-nya yang hanya mencapai 1.6. Nah, selain itu berikut merupakan beberapa parameter yang menjadi penilaiannya :
Terlihat bahwa kecepatan dari website tersebut juga buruk. Itu bisa dilihat dari keterangan diatas bahwa respon dari website tersebut lambat yaitu 4.3 detik per halaman. 

Nah, ini merupakan salah satu parameter yang berbeda yang saya gunakan kali ini. Yaitu popularity, dimana website ini dinilai berdasarkan popularitasnya yang diambil dari lembaga pemeringkat Alexa. Cara penilaiannya itu dilihat berdasarkan banyak pengunjung pada situs tersebut. Dari penilaian diatas tampak bahwa website tersebut terhitung masih jarang dikunjungi.



Ini juga merupakan parameter baru yang saya gunakan yaitu social interest. Dimana penilaian dari website tersebut berdasarkan hasil dari kalkulasi dari dua jejaring sosial yaitu facebook dan twitter berdasarkan banyaknya like, komentar, serta shared. Nah, bisa dikatakan situs ini masih kurang baik di parameter ini.


Dari nilai overall nya yang mencapai 5.7, bisa dikatakan bahwa hasil evaluasi website tersebut bernilai cukup atau rata-rata. Selain itu, berikut merupakan beberapa penilaian dari parameter-paramater :

Dari hasil penilaian tersebut bisa dikatakan dengan angka mencapai 8.4 menunjukkan bahwa website tersebut memiliki kecepatan yang sangat baik. Itupun dapat dilihat dari rata-rata respon page nya yang cepat yaitu 0.5 detik per halaman.


Begitu juga pada parameter Social interest, website tersebut memiliki nilai yang cukup baik yaitu mencapai 6.7. Menunjukkan website tersebut cukup menjadi topik di jejaring sosial.


Popularity nya pun bisa dikatakan bagus. website tersebut menempati rankin ke 66.047  pada lembaga pemeringkatan Alexa. Hal itu juga menunjukkan bahwa website tersebut cukup memiliki banyak pengunjung.

Nah, dari hal tersebut pun kita jadi bisa melihat bahwa UNNES bisa dibilang memiliki penilaian yang lebih baik dibanding Universitas Ciputra. Itupun bisa saja dijadikan acuan dalam hal memilih kampus mungkin???
Bila anda masih penasaran dan ingin lebih tahu lebih jelas. Anda dapat mempelajarinya sendiri pada sitebeam.

Senin, 15 April 2013

Web Evaluation "Mengevaluasi Sebuah Website"


Semenjak ditemukanya internet sebagai salah satu media komunikasi dan informasi, website merupakan produk teknologi informasi yang terbilang paling populer, namun terkadang banyak website yang hadir tanpa kualitas yang bagus sehingga tidak dapat menyampaikan informasi yang dibawa. Kualitas sebuah website tentunya tergantung kepada pengujian dan pengawasan terhadap kualitas website itu sendiri.
Untuk mengevaluasi sebuah website kita bisa menggunakan sebuah parameter sebagai acuan dalam penilaian kita. Ada banyak sekali parameter yang dapat digunakan untuk mengevaluasi sebuah website. Namun secara umum ada beberapa parameter yang paling sering digunakan dalam menilai sebuah website seperti :
  • Accesibility
Yaitu bagian yang menjelaskan seberapa baik sebuah website dalam aspek aksesnya. Seperti apakah website tersebut sudah dapat diakses menggunakan teknologi-teknologi terbaru yang ada saat ini seperti melalui ponsel atau PDA ?.
  •   Readibility

Yaitu bagian yang menjelaskan tentang “Apakah situs tersebut nyaman untuk dibaca ?” dan “Apakah pengakses bisa mudah membaca dan mengerti isi situs tersebut?”.
  •   Speed

Yaitu bagian yang menjelaskan tentang kecepatan tampilnya sebuah situs. Pengakses cenderung malas dan langsung menutup browser pada saat mereka membuka sebuah situs yang lambat diakses, sehingga mereka harus menunggu beberapa lama untuk melihat tampilan situs tersebut. Pengakses cenderung tidak mau menunggu terlalu lama untuk melihat sebuah situs. Semakin cepat situs itu dalam melakukan loading time pastinya akan semakin baik. 
  • Content

Yaitu bagian yang menjelaskan tentang isi dari website tersebut. Karena itu konten adalah bagian yang paling penting dari sebuah penilaian. Karena itu konten haruslah menarik, relevan, dan sesuai untuk target audien situs yang dituju.
  •   Technology

Maksud dari technology disini yaitu menjelaskan tentang aplikasi atau teknologi apa saja yang digunakan dalam pengembangan website tersebut. Seperti teknologi yang yang digunakan dalam segi mendesain website tersebut. Dan seberapa baik desain itu dibangun.

Nah, setelah mengetahui parameter – parameter umum dalam menilai sebuah website, kita telah dapat melakukan evaluasi terhadap suatu website termasuk website kita sendiri.  Biasanya, dalam penilaiaan suatu web dilakukan oleh lembaga pemeringkatan. Namun, sekarang kita juga dapat melakukan pengevaluasian terhadap website. Yaitu dengan menggunakan tools atau mesin pemeringkat sebuah website. Sekarang ini sudah banyak sekali mesin pemeringkat online yang bisa kita gunakan sebut saja sitescore, pagerank, nibbler, sitebeam, dan lain-lain. Biasanya tiap mesin pemeringkat tersebut telah dilengkapi dengan parameter – parameter penilaian masing-masing.

 Sebagai contoh untuk mengevaluasi sebuah web kita dapat menggunakan sitebeam. Kalau menurut saya sitebeam sangat bagus dalam mengevaluasi atau bahkan membandingkan sebuah website karena sitebeam menggunakan parameter yang lengkap dan jelas. Sebagai contoh saya akan membandingkan dua buah website yaitu lepma.gunadarma.ac.id dan pusatstudi.gunadarma.ac.id menggunakan sitebeam.
 Langkah pertama, tentunya masuk ke situs sitebeam yaitu http://sitebeam.net/. Nah, sitebeam merupakan aplikasi yang bersifat premium. Jadi kita terlebih dahulu harus membayar untuk menggunakannya. Namun, karena kita hanya menggunakannya untuk mengevaluasi 2 website. Kita dapat menggunakan versi trial dari sitebeam tersebut. Tapi kita dibatasi hanya dapat menggunakan untuk mengevalusi paling banyak 10 situs. Pada sitebeam ini kita hanya tinggal memasukkan url dari situs yan ingin kita evaluasi. Seperti contoh dibawah ini :


Setelah itu klik start, maka secara otomastis sitebeam akan mulai mengevaluasi situs anda tersebut. Nah, lakukan langkah tersebut pada kedua website yang akan kita evaluasi. Berikut merupakan hasil dari evaluasi kedua website tersebut :  
































Kedua gambar diatas menunjukkan hasil penilaian dari situs tersebut. Kita bisa melihat bahwa sitebeam melakukan penilaian dari berbagai aspek dengan sangat lengkap. Terlihat pada gambar ada dua bagian penilaian. Yang bagian kanan merupakan penilaian secara umum atau keseluruhan. Sedangkan pada bagian kiri terdapat penilaian yang lebih detil.

Dengan melihat hasil overall (Total Keseluruhan) saja kita sudah dapat menarik kesimpulan mana situs yang memiliki evaluasi lebih baik. Terlihat nilai overall lepma.gunadarma.ac.id lebih tinggi dibandingkan pusatstudi.gunadarma.ac.id yaitu 4,5 berbanding 2,5. Namun, bisa dikatakan kedua website tersebut masih dibawah standar. Karena biasanya website yang baik minimal memegang nilai overall sebanyak 5,0.
Mengingat banyak sekali parameter yang digunakan pada sitebeam. Maka saya hanya akan menjelaskan dua parameter saja. mengingat pada pembukaan tadi telah saya singgung mengenai parameter umum yang biasa digunakan dalam sebuah penilaian. Maka saya akan membahas parameter tentang Readibility dan Speed pada kedua website tersebut.
Pada sitebeam kita dapat menilai sebuah website dari seberapa baik kecepatan tampilnya atau juga rata-rata kecepatan download per-halaman. Cukup dengan mengklik parameter speed maka kita akan dijelaskan "Bagaimana cara menilai speed suatu website tersebut oleh sitebeam ?". 

1. Speed pada lepma.gunadarma.ac.id

Pada gambar kita dapat melihat cara penilaian untuk parameter speed melalui load time dan response time nya. Selain itu, pada bagian ini kita juga dapat melihat rata-rata ukuran per-halaman dari website tersebut.
2. Speed pada pusatstudi.gunadarma.ac.id


Untuk parameter speed tampak lepma.gunadarma sedikit lebih rendah dibanding pusatstudi.gunadarma. Itu disebabkan response dan load time nya lebih cepat. Tapi hal itu bisa saja disebabkan karena ukuran halaman pusatstudi.gunadarma yang lebih kecil dibandingkan lepma.gunadarma. Hingga mengakibatkan pusatstudi.gunadarma menjadi lebih cepat.

Selain speed, readibility juga sangat berpengaruh dalam penilaian suatu website kemudahan membaca. Selain itu pada bagian readibility kita juga dapat merata-ratakan berapa usia pengunjung yang masuk pada website tersebut sebagai contoh kita akan melihatnya pada gambar dibawah.

Rata-rata usia pengunjung yang mengunjungi website lepma.gunadarma.ac.id

 
Nah, terlihat bahwa rata-rataa usia pengunjung situs berada di kisaran 15 tahun. Selain itu dengan nilai situs tersebut mencapai 7,4 menunjukkan bahwa website tersebut sudah mampu membuat kenyaman pada pengunjungnya dalam hal kemudahan membaca serta memahami isi bacaan tersebut.

Nah, itu merupakan 2 dari sekian banyak parameter yang bisa kita gunakan sekaligus dipelajari yang terdapat dalam sitebeam. Dengan begitu, kitapun juga dapat mengevaluasi website kita sendiri agar menjadi lebih baik. Kalau anda masih penasaran silahkan anda mencoba sendiri menggunakan mesin pemeringkat ini. selamat mencoba

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More